Bahasa cinta ketiga sebagaimana termaktub dalam The Five Love Languages of Children dari Garry Chapman, Ph.D dan Ross Cambell, M.D. adalah Sentuhan Fisik. Sentuhan fisik merupakan bahasa cinta pertama yang diberikan ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya.
Bayangkan, rasakan dan dengarkan kembali suara disekelilingnya saat kejadian yang paling membahagiakan tersebut, yaitu saat Ibu mendekap bayi Anda pertama kali. Saat menyusui merupakan sentuhan fisik dengan melibatkan semua sensori di dalamnya. Bayi melihat Ibunya yang memberikan kontak mata yang hangat, mendengarkan detak jantung seperti yang sering ia dengarkan sejak dalam kandungan, sensori olfactori (penciuman) dan gustatory (pengecapan) juga bekerja secara optimal sehingga menimbulkan perasaan nyaman dan bahagia pada bayi. Sentuhan fisik yang memberikan perasaan nyaman inilah yang merupakan anchor emosi yang positif pada bayi Anda. Apa itu anchor? Anchor merupakan jangkar yang dapat dibentuk atau terbentuk dan dapat menimbulkan suatu efek atau reaksi tertentu. Dekapan atau saat menyusui merupakan anchor yang merepresentasikan perasaan nyaman yang mudah sekali terakses kembali melalui sentuhan fisik tersebut. Bayi dengan sentuhan fisik akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.
Bagaimana pada anak balita? Sentuhan fisik merupakan suatu bahasa cinta yang paling mudah dilakukan orang tua kepada anaknya karena tidak membutuhkan kejadian yang spesial. Orang tua dapat memberikan kapanpun, dimanapun dalam kondisi apapun yang tentunya menunjukkan cinta yang tanpa syarat. Pada anak balita, sentuhan fisik diberikan pada saat bermain serta aktivitas mendongeng, anak berada dalam rangkulan Anda. Aktivitas mendongeng merupakan salah satu cara meluangkan waktu berkualitas dengan anak, namun disisi lain rangkulan merupakan anchor atau jangkar emosi positif yang memberinya kenyamanan secara psikologis dengan bahasa cinta yang tepat.
Pada anak usia sekolah maupun remaja yang sibuk dengan aktivitas yang digemarinya, orang tua dapat memberikan sentuhan fisik dengan cara menepuk-nepuk punggung, pundak atau merangkulnya sambil memberikan sugesti yang positif pada lokasi sentuhan yang sama. Misalnya ketika anak sedang fokus membaca buku, Anda menepuk pundaknya disebelah kanan sambil memberikan sugesti....”Anak yang rajin dan pintar” berikan sugesti tersebut secara berulang maka akan sangat mudah masuk dan terekam dalam pikiran bawah sadarnya.
Anak-anak sering kali mengalami kondisi hypnosis tersebut saat ia sedang fokus melakukan aktivitas yang disukainya. Sehingga berikanlah sugesti positif sesering mungkin dibarengi dengan sentuhan fisik tersebut. Pada anak remaja, upayakan memberikan sentuhan fisik yang tepat pada saat yang tepat, sehingga anak remaja Anda tidak malu dihadapan teman-teman sebayanya. Virginia Satir seorang Family Therapist mengungkapkan dalam bukunya Satir Model bahwa untuk dapat bertahan hidup diperlukan 4 pelukan setiap hari untuk bertahan hidup, 8 kali pelukan dalam sehari untuk hidup sehat dan 12 kali pelukan untuk bahagia.
Jadi, untuk mencapai tujuan menjadi keluarga yang sehat dan bahagia sangat mudah ya....berikanlah sentuhan fisik yang merepresentasikan bahasa cinta yang tanpa syarat tersebut setiap hari, setiap waktu dalam kondisi apapun, sambil diberikan sugesti yang positif.
Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Mei 2010
Kata-Kata Afirmasi Positif untuk Anak
Anak melihat bagaimana proses komunikasi berlangsung, cara penyampaiannya apakah ada kontak mata atau tidak dan bagaimana bahasa tubuh yang digunakan saat berbicara. Anak juga mendengar bagaimana intonasi suara tinggi atau rendah dan temponya cepat atau lambat. Anak juga memaknai setiap kata-kata yang mengandung pesan emosional tersebut. Kata-kata yang sarat dengan cinta, penerimaan, pujian atau afirmasi (penguatan positif) akan menumbuhkan perasaan nyaman dan meningkatkan harga diri anak. Sebaliknya kata-kata yang penuh dengan ancaman, kemarahan atau frustrasi akan menyakiti harga diri anak, sehingga anak merasa rendah diri.
Saya memiliki keyakinan 100% bahwa setiap orang tua menginginkan anaknya memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi. Adapun anak yang memiliki harga diri yang tinggi tampil sebagai anak yang percaya diri, mandiri dan mampu mengelola emosinya secara positif serta mengatasi hambatan dengan baik.
Lalu bagaimana caranya mencapai tujuan agar anak memiliki harga diri yang tinggi? Caranya adalah dengan memberikan bahasa cinta melalui afirmasi atau penguatan kata-kata yang positif. Berikanlah anak Anda kata-kata yang penuh cinta dan kasih sayang, kata-kata yang sarat dengan pujian untuk membangun kepercayaan dirinya yang sesuai dengan kenyataan anak, kata-kata yang positif yang disugesti secara terus-menerus. Anak-anak sangat mudah mengalami kondisi hypnosis yaitu pada saat sedang asyik melakukan aktivitas kesukaannya misalnya menonton TV, membaca komik, berolah raga atau bermain. Pada aktivitas yang disenangi tersebut, anak-anak fokus dan pikiran bawah sadar terakses dengan mudahnya. Pada kondisi inilah waktu yang tepat saat anak terjaga memberikan kalimat positif...misalkan sugesti “Mama & Papa sangat mencintaimu.....semakin hari semakin Pintar” bisikan saja di telinga anak Anda. Strategi lainnya dengan metafora atau perumpamaan, carilah cerita fabel atau tokoh binatang dan berikan sugestinya dengan menyisipkan kata-kata positif seperti pujian atau nilai-nilai yang ingin Anda rekam di pikiran bawah sadar anak pada saat bersamaan anak Anda fokus dengan aktivitas yang digemarinya. Misalnya anak sedang menonton kartun kesayangannya yaitu Sponge Bob, saat anak fokus dengan inti cerita, Anda membisikkan “ Semakin hari semakin mudah menyerap pelajaran seperti sponge yang memiliki sifat mudah menyerap air”.
Kuncinya semakin sering Anda ucapkan kata-kata positif tersebut, maka proses afirmasi diri dengan penguatan yang positif akan terus bekerja di pikiran bawah sadarnya. Kata-kata positif seperti siraman cahaya yang menghangatkan jiwa anak-anak kita, sehingga menumbuhkan perasaan nyaman dan ketenangan yang semakin memperkuat dirinya menjadi pribadi yang pebuh dengan cinta.
Salam Cinta,
Saya memiliki keyakinan 100% bahwa setiap orang tua menginginkan anaknya memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi. Adapun anak yang memiliki harga diri yang tinggi tampil sebagai anak yang percaya diri, mandiri dan mampu mengelola emosinya secara positif serta mengatasi hambatan dengan baik.
Lalu bagaimana caranya mencapai tujuan agar anak memiliki harga diri yang tinggi? Caranya adalah dengan memberikan bahasa cinta melalui afirmasi atau penguatan kata-kata yang positif. Berikanlah anak Anda kata-kata yang penuh cinta dan kasih sayang, kata-kata yang sarat dengan pujian untuk membangun kepercayaan dirinya yang sesuai dengan kenyataan anak, kata-kata yang positif yang disugesti secara terus-menerus. Anak-anak sangat mudah mengalami kondisi hypnosis yaitu pada saat sedang asyik melakukan aktivitas kesukaannya misalnya menonton TV, membaca komik, berolah raga atau bermain. Pada aktivitas yang disenangi tersebut, anak-anak fokus dan pikiran bawah sadar terakses dengan mudahnya. Pada kondisi inilah waktu yang tepat saat anak terjaga memberikan kalimat positif...misalkan sugesti “Mama & Papa sangat mencintaimu.....semakin hari semakin Pintar” bisikan saja di telinga anak Anda. Strategi lainnya dengan metafora atau perumpamaan, carilah cerita fabel atau tokoh binatang dan berikan sugestinya dengan menyisipkan kata-kata positif seperti pujian atau nilai-nilai yang ingin Anda rekam di pikiran bawah sadar anak pada saat bersamaan anak Anda fokus dengan aktivitas yang digemarinya. Misalnya anak sedang menonton kartun kesayangannya yaitu Sponge Bob, saat anak fokus dengan inti cerita, Anda membisikkan “ Semakin hari semakin mudah menyerap pelajaran seperti sponge yang memiliki sifat mudah menyerap air”.
Kuncinya semakin sering Anda ucapkan kata-kata positif tersebut, maka proses afirmasi diri dengan penguatan yang positif akan terus bekerja di pikiran bawah sadarnya. Kata-kata positif seperti siraman cahaya yang menghangatkan jiwa anak-anak kita, sehingga menumbuhkan perasaan nyaman dan ketenangan yang semakin memperkuat dirinya menjadi pribadi yang pebuh dengan cinta.
Salam Cinta,
Jumat, 19 Februari 2010
Milton H. Erickson
Erickson telah mempublikasikan sedikitnya 150 artikel dalam kurun waktu 50 tahun, dan dua buku terpentingnya - Time Distortion in Hypnosis yang ditulis tahun 1954 bersama L.S Cooper dan The Practical Applications of Medical and Dental Hypnosis yang ditulis tahun 1961 bersama S. Hershman, MD dan I. I. Sector, DDS. Melalui karya-karyanya dan rekaman videonya ia berusaha mewariskan pemahamannya pada generasi selanjutnya.
Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands”. Jika seseorang berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud orang tersebut. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar.
Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filosofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak merubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya, melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya.
Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengesampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik. Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh DR. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.
Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi. Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten. Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien.
Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain.
Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Ia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.
Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.
Menurutnya sugesti langsung memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan sugesti langsung dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa sugesti langsung tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan ingatan yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktivitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktivitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktivitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.
Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bunga itu ketika telah mekar.
Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perlz), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson.
Referensi
* Fricker, Janet; Butler, John.Secrets of Hypnotherapy ISBN 0-7513-1203-7
* Bandler, Richard; Grinder, John.Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson, M.D. vol. IISBN 1-55552-052-9
* Rosen, Sidney.My Voice Will Go With You ISBN 0-393-30135-4
* Erickson, Milton H.; Rossy, Ernest L.Hypnotherapy:An Exploratory Casebook ISBN 0-470-26595-7
Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands”. Jika seseorang berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud orang tersebut. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar.
Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filosofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak merubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya, melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya.
Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengesampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik. Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh DR. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.
Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi. Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten. Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien.
Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain.
Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Ia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.
Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.
Menurutnya sugesti langsung memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan sugesti langsung dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa sugesti langsung tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan ingatan yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktivitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktivitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktivitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.
Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bunga itu ketika telah mekar.
Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perlz), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson.
Referensi
* Fricker, Janet; Butler, John.Secrets of Hypnotherapy ISBN 0-7513-1203-7
* Bandler, Richard; Grinder, John.Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson, M.D. vol. IISBN 1-55552-052-9
* Rosen, Sidney.My Voice Will Go With You ISBN 0-393-30135-4
* Erickson, Milton H.; Rossy, Ernest L.Hypnotherapy:An Exploratory Casebook ISBN 0-470-26595-7
Anda phobia apa ?
Acerbophobia: Ketakutan pada asam.
Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
Amatophobia: Ketakutan pada debu.
Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
Bufonophobia: Takut pada katak.
Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah (erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
Ergophobia: Takut bekerja.
Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
Gamaphobia: Takut akan perkawinan.
Genophobia: Takut sakit demam panas.
Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
Hadephobia: Takut akan neraka.
Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
Hodophobia: Takut bepergian.
Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
Kathisophobia: Takut duduk.
Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
Mastigophobia: Takut pada hukuman.
Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman.
Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri.
Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
Mythophobia: Takut untuk tertipu.
Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
Octophobia: Takut pada angka 8.
Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
Ombrophobia: Takut pada hujan.
Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
Oneirophobia: Takut pada mimpi.
Ornithophobia: Takut pada burung.
Papyrophobia: Takut pada kertas.
Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
Pengophobia: Takut pada siang hari.
Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
Phobophobia: Takut pada phobia.
Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
Pyrophobia: Takut terhadap api.
Rhabdophobia: Takut dipukul.
Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
Selaphobia: Takut pada kilat.
Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
Telephonophobia: Takut pada telepon.
Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
Toxicophobia: Takut akan diracun.
Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
Vaccinophobia: Takut di suntik.
Verminophobia: Takut pada kuman.
Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
Zoophobia: Takut pada binatang.
Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
Amatophobia: Ketakutan pada debu.
Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
Bufonophobia: Takut pada katak.
Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah (erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
Ergophobia: Takut bekerja.
Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
Gamaphobia: Takut akan perkawinan.
Genophobia: Takut sakit demam panas.
Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
Hadephobia: Takut akan neraka.
Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
Hodophobia: Takut bepergian.
Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
Kathisophobia: Takut duduk.
Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
Mastigophobia: Takut pada hukuman.
Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman.
Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri.
Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
Mythophobia: Takut untuk tertipu.
Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
Octophobia: Takut pada angka 8.
Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
Ombrophobia: Takut pada hujan.
Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
Oneirophobia: Takut pada mimpi.
Ornithophobia: Takut pada burung.
Papyrophobia: Takut pada kertas.
Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
Pengophobia: Takut pada siang hari.
Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
Phobophobia: Takut pada phobia.
Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
Pyrophobia: Takut terhadap api.
Rhabdophobia: Takut dipukul.
Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
Selaphobia: Takut pada kilat.
Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
Telephonophobia: Takut pada telepon.
Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
Toxicophobia: Takut akan diracun.
Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
Vaccinophobia: Takut di suntik.
Verminophobia: Takut pada kuman.
Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
Zoophobia: Takut pada binatang.
Jumat, 12 Februari 2010
LATIHAN AWAL MENGHIPNOTIS ORANG LAIN
LATIHAN AWAL MENGHIPNOTIS ORANG LAIN
Ketika melakukan self-hypnosis,Anda berkomunikasi kepada diri anda sendiri dan memerintahkan tubuh anda untuk melakukan hal-hal tertentu.begitu juga dengan menghipnotis orang lain,Karena menghipnotis sebetulnya ialah self-hypnosis yang di pandu.
Anda berkomunikasi dan memandu klien memasuki alam bawah sadar-nya dan kemudian memberikan sugesti atau informasi kepada klienuntuk mencapai tujuan tertentu.
Seperti halnya dalam komunikasi lain,diperlukan kerja sama antar pihak-pihak yang terkait.Anda perlu mengijinkan diri anda merespons sugesti yang diberi.Anda tidak bisa menunggu atau berharap akan terjadi dengan sendirinya.Keadaan trance hypnosis itu tidak akan muncul jika tidak anda ciptakan. Inilah kesulitan terbesar yang mungkin anda temui jika akan memulai menghipnotis orang lain,yaitu : “dia tidak mau bekerja sama dengan anda atau bahkan sekedar berpura-pura “
Oleh sebab itu saya sarankan bagi anda,jika mulai berlatih hipnotis.berlatihlah dengan orang yang anda kenal atau anda percayai.seperti sahabat karib atau anggota keluarga anda.dan minta mereka untuk bekerja sama mengikuti instruksi yang anda berikan.
Berikut adalah tips lainnya :
- Tidak perlu klaim bahwa anda sebagai hypnotist atau Anda ingin menghipnotis klien.Bilang saja,”ini latihan relaksasi” atau “ saya akan membantu anda lebih rileks “.Jika anda terburu – buru mengatakan kata “hipnotis “ .kemungkinan besar mereka akan bersikap defensif dan menolak arahan anda.karena mereka menduga anda akan mengendalikan pikiran mereka.
- Untuk latihan awal,sebaiknya anda tidak mencoba permainan hipnotis panggung seperti yang sering anda lihat di televisi ala Romy Rafael.tujuan dari latihan ini hanya mendorong dan memberanikan diri anda terbiasa menuntun orang lain kedalam hipnotis.
- Jika anda sedang berkumpul dengan beberapa teman anda,undang mereka untuk ikut dihipnotis sekaligus,alias jangan dihipnotis satu per satu.alasannya agar mereka merasa lebih santai dan aman karena berada dalam satu kelompok. Tingkat keberhasilannya juga lebih tinggi karena anda tidak bergantung pada satu orang saja.
- Jika anda gagal menghipnotis orang lain ( mungkin karena dia sulit mengikuti perintah atau memang menolak sugesti anda ), catat kira-kira apa yang menurut anda penyebab kegagalannya,dan ingat baik-baik. Seiring waktu,mungkin anda akan menemui kesamaan penyebab yang berulang kali terjadi. Dan dengan sendirinya akan belajar bagaimana mengatasi atau meminimalisir masalah yang terjadi.
- Berlatihlah sebanyak mungkin. Nyaris delapan puluh persen orang yang belajar hipnotis berhenti melakukannya pada diri sendiri atau orang lain,karena sadar hipnotis tidak memberi harapan atau perasaan special seperti yang dibayangkan sebelumnya. Sabar dan teruskanlah berlatih,maka anda akan memahami manfaat hipnotis dalam kehidupan anda sehari-hari.misalnya untuk pengobatan???
nah mudah bukan??
Langganan:
Postingan (Atom)