Note:
Cerita ini kisah nyata dan benar2 terjadi.saya menulis ini hanya sekedar menjadi sebuah dorongan atau sugesti dalam diri dan alam bawah sadar anda untuk mampu memotivasi diri anda jadi lebih baik lagi.
============================================
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.
Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27
Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan ijeksi/suntikan kepada pasiennya.
Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab
apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.
Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.
Resensi :
Kisah-kisah inspirasi Modern
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Februari 2010
Bebek dan Ayam
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang
menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mendengar suara di kejauhan.
"Kuek! Kuek!"
"Dengar", kata si istri, "itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan, itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk! ' , bebek itu 'kuek! Kuek!' itu bebek, Sayang,' kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a…da…lah…be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue…bek, kamu…kamu…"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hamper menangis, "Tapi itu ayam…"
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa ia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra,
"Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek! Terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat
mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian
terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek?"
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang
apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
Untuk semua orang yang mengenal saya, maafkan saya jika kita berselisih paham tentang sesuatu yang belum jelas.
"Is Nice To Be Important, But More Important Is To Be Nice"
thx.
menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mendengar suara di kejauhan.
"Kuek! Kuek!"
"Dengar", kata si istri, "itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan, itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk! ' , bebek itu 'kuek! Kuek!' itu bebek, Sayang,' kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a…da…lah…be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue…bek, kamu…kamu…"
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hamper menangis, "Tapi itu ayam…"
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa ia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra,
"Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek! Terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat
mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian
terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek?"
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang
apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
Untuk semua orang yang mengenal saya, maafkan saya jika kita berselisih paham tentang sesuatu yang belum jelas.
"Is Nice To Be Important, But More Important Is To Be Nice"
thx.
FILOSOFI PERANGKAP TIKUS
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus.... "Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkat tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku".
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tahu, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
Dari filosofi ini kita belajar untuk bersikap berempati terhadap sekitar kita, sikap empati adalah sikap dimana kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Seolah-olah kita sendiri yang merasakan penderitaan itu. Bila kita tidak bisa membantu dengan uang, bisa dengan tenaga, ataupun pemikiran, bahkan dengan kita memberinya semangat akan membuat orang lain merasa termotivasi untuk bisa keluar dari masalahnya. Dan ternyata apabila kita bersikap seperti teman-teman sang tikus, semua terkena imbasnya akibat tidak berempati dengan kesulitan yang dihadapi oleh sang tikus.
MAKA...KALAU SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI DAN BIARKAN ALAM BAWAH SADAR ANDA YANG MENJAWAB!!!
Silahkan ambil manfaat dari kisah ini.
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus.... "Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkat tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku".
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tahu, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
Dari filosofi ini kita belajar untuk bersikap berempati terhadap sekitar kita, sikap empati adalah sikap dimana kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Seolah-olah kita sendiri yang merasakan penderitaan itu. Bila kita tidak bisa membantu dengan uang, bisa dengan tenaga, ataupun pemikiran, bahkan dengan kita memberinya semangat akan membuat orang lain merasa termotivasi untuk bisa keluar dari masalahnya. Dan ternyata apabila kita bersikap seperti teman-teman sang tikus, semua terkena imbasnya akibat tidak berempati dengan kesulitan yang dihadapi oleh sang tikus.
MAKA...KALAU SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI DAN BIARKAN ALAM BAWAH SADAR ANDA YANG MENJAWAB!!!
Silahkan ambil manfaat dari kisah ini.
Milton H. Erickson
Erickson telah mempublikasikan sedikitnya 150 artikel dalam kurun waktu 50 tahun, dan dua buku terpentingnya - Time Distortion in Hypnosis yang ditulis tahun 1954 bersama L.S Cooper dan The Practical Applications of Medical and Dental Hypnosis yang ditulis tahun 1961 bersama S. Hershman, MD dan I. I. Sector, DDS. Melalui karya-karyanya dan rekaman videonya ia berusaha mewariskan pemahamannya pada generasi selanjutnya.
Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands”. Jika seseorang berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud orang tersebut. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar.
Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filosofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak merubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya, melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya.
Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengesampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik. Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh DR. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.
Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi. Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten. Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien.
Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain.
Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Ia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.
Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.
Menurutnya sugesti langsung memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan sugesti langsung dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa sugesti langsung tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan ingatan yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktivitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktivitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktivitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.
Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bunga itu ketika telah mekar.
Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perlz), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson.
Referensi
* Fricker, Janet; Butler, John.Secrets of Hypnotherapy ISBN 0-7513-1203-7
* Bandler, Richard; Grinder, John.Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson, M.D. vol. IISBN 1-55552-052-9
* Rosen, Sidney.My Voice Will Go With You ISBN 0-393-30135-4
* Erickson, Milton H.; Rossy, Ernest L.Hypnotherapy:An Exploratory Casebook ISBN 0-470-26595-7
Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands”. Jika seseorang berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud orang tersebut. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar.
Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filosofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak merubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya, melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya.
Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengesampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik. Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh DR. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.
Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi. Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten. Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien.
Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain.
Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Ia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.
Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.
Menurutnya sugesti langsung memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan sugesti langsung dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa sugesti langsung tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan ingatan yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktivitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktivitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktivitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.
Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bunga itu ketika telah mekar.
Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perlz), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson.
Referensi
* Fricker, Janet; Butler, John.Secrets of Hypnotherapy ISBN 0-7513-1203-7
* Bandler, Richard; Grinder, John.Patterns of the Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson, M.D. vol. IISBN 1-55552-052-9
* Rosen, Sidney.My Voice Will Go With You ISBN 0-393-30135-4
* Erickson, Milton H.; Rossy, Ernest L.Hypnotherapy:An Exploratory Casebook ISBN 0-470-26595-7
The Poor & The Rich
The Poor & The Rich, version 1
Sajak Inspirasi untuk Relaksasi Jiwa & Hati
‘Bagi saya berhasil, lebih dari sekedar menjadi kaya atau menjadi miskin’
Orang miskin memiliki matahari, orang kaya mewarisi bulan, saya ingin mendadani bumi.
Orang miskin masuk angin, orang kaya serangan jantung, saya sudah cukup berkeringat menguatkan mereka-mereka yang sakit.
Orang miskin tidur siang hari, orang kaya terjaga malam hari, saya ingin menghargai dan menghiasi pagi.
Orang miskin mencangkul, orang kaya yang menuai, saya beruntung tidak jadi bibit tanamannya..
Orang miskin tidak mewarisi apa-apa selain nilai-nilai, orang kaya mewarisi banyak selain nilai-nilai, saya ingin meninggalkan amalan & kasih saja.
Orang miskin banyak jumlahnya, orang kaya sedikit, saya ingin menolong orang miskin bukan untuk jadi kaya.
Orang miskin dikasihi Tuhan, orang kaya dikasihi dunia, tidak baik berada ditengah-tengahnya. Banyak orang ingin kaya, saya ingin jadi orang baik dan bijak saja.
Orang miskin punya 2 mata, 2 tangan, 2 kaki, orang kaya punya juga, saya ingin punya 1 hati yang baik.
Orang miskin dapat upah, orang kaya yang mengupah, saya ingin memberikan jatah saya kepada orang miskin.
Orang miskin mendekati sorga, orang kaya menjauhi surga, saya ingin lulus ujian.
Orang miskin bernyanyi, orang kaya bersenandung & tersenyum, saya ingin keduanya dalam harmoni.
Orang miskin hanya mimpi, orang kaya jagonya mimpi, saya ingin tidak hanya mimpi.
Orang miskin tetap miskin, orang kaya tetap kaya, saya ingin tetap jadi berkat bagi keduanya.
Orang miskin menangis, orang kaya tersedu, saya ingin menghibur keduanya.
Orang miskin tak memiliki kekuasaan, orang kaya berlimpah kekuasaannya, saya tidak ingin menguasai orang susah.
Orang miskin memikirkan uang, orang kaya juga diperbudak uang, saya tidak ingin memikirkannya.
Orang miskin termotivasi untuk bekerja baik, orang kaya ingin berusaha yang
terbaik, saya termotivasi untuk berbuat baik & terbaik saja.
Bagi saya berhasil, lebih dari sekedar menjadi kaya atau menjadi miskin
WINNING ATTITUDE – WINNING LEADER
Sajak Inspirasi untuk Relaksasi Jiwa & Hati
‘Bagi saya berhasil, lebih dari sekedar menjadi kaya atau menjadi miskin’
Orang miskin memiliki matahari, orang kaya mewarisi bulan, saya ingin mendadani bumi.
Orang miskin masuk angin, orang kaya serangan jantung, saya sudah cukup berkeringat menguatkan mereka-mereka yang sakit.
Orang miskin tidur siang hari, orang kaya terjaga malam hari, saya ingin menghargai dan menghiasi pagi.
Orang miskin mencangkul, orang kaya yang menuai, saya beruntung tidak jadi bibit tanamannya..
Orang miskin tidak mewarisi apa-apa selain nilai-nilai, orang kaya mewarisi banyak selain nilai-nilai, saya ingin meninggalkan amalan & kasih saja.
Orang miskin banyak jumlahnya, orang kaya sedikit, saya ingin menolong orang miskin bukan untuk jadi kaya.
Orang miskin dikasihi Tuhan, orang kaya dikasihi dunia, tidak baik berada ditengah-tengahnya. Banyak orang ingin kaya, saya ingin jadi orang baik dan bijak saja.
Orang miskin punya 2 mata, 2 tangan, 2 kaki, orang kaya punya juga, saya ingin punya 1 hati yang baik.
Orang miskin dapat upah, orang kaya yang mengupah, saya ingin memberikan jatah saya kepada orang miskin.
Orang miskin mendekati sorga, orang kaya menjauhi surga, saya ingin lulus ujian.
Orang miskin bernyanyi, orang kaya bersenandung & tersenyum, saya ingin keduanya dalam harmoni.
Orang miskin hanya mimpi, orang kaya jagonya mimpi, saya ingin tidak hanya mimpi.
Orang miskin tetap miskin, orang kaya tetap kaya, saya ingin tetap jadi berkat bagi keduanya.
Orang miskin menangis, orang kaya tersedu, saya ingin menghibur keduanya.
Orang miskin tak memiliki kekuasaan, orang kaya berlimpah kekuasaannya, saya tidak ingin menguasai orang susah.
Orang miskin memikirkan uang, orang kaya juga diperbudak uang, saya tidak ingin memikirkannya.
Orang miskin termotivasi untuk bekerja baik, orang kaya ingin berusaha yang
terbaik, saya termotivasi untuk berbuat baik & terbaik saja.
Bagi saya berhasil, lebih dari sekedar menjadi kaya atau menjadi miskin
WINNING ATTITUDE – WINNING LEADER
MOTIVASI
Keajaiban adalah kata yang tak hanya berada dalam cita sang juara sejati, tapi sebuah kenyataan yang mampu mereka ciptakan dalam sejarah kemanusiaan. Keberhasilan mengagumkan, kesuksesan fantastik, prestasi monumental serta karya-karya besar yang menyejarah menjadi bukti bahwa mereka tak hanya menunggu keajaiban, namun mereka menciptakan keajaiban-keajaiban tersebut.
Apa rahasia utama yang membantu Sang Juara dalam mencapai keberhasilan, mengatasi masalah, mencapai sasaran-sasaran dan mencipta keajaiban?. “Motivasi adalah kunci untuk mendapatkan kehidupan yang berhasil!”, Demikian kata George Shinn yang juga telah membuktikan kata-katanya dengan menjadi orang termuda (dalam usia tiga puluh empat tahun) memenangkan penghargaan Horatio Alger yang sangat didambakan banyak orang. Kini ia seorang milyarder atas usaha sendiri dan memiliki sekitar tiga puluh perusahaan diberbagai bidang usaha.
Reza “Supertrainer” Syarief menyatakan, “Motivasi memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya ditentukan oleh motivasi!”. Tak sekedar kata, diapun telah membuktikannya dengan berbagai kesuksesan menjadi seorang pilot, sales manager kelas dunia, trainer ulung, da’i kharismatik dan sebagainya.
Perhatikan dan dekatilah para juara sejati yang sukses di sekeliling Anda! Niscaya Anda merasakan aura motivasi yang besar, kemauan yang menggelora dan semangat yang senantiasa bertalu-talu dalam dada mereka. Semua itu menjadikan Sang Juara memiliki daya tahan mengagumkan untuk senantiasa konsisten, persisten dan resisten dalam perjuangan di tengah tekanan, ancaman, tribulasi serta kondisi kritis sekalipun.
Motivasi menjadi energi pendorong yang mengarahkan tingkah laku seseorang. Tanpa motivasi, seseorang tak kan mampu bergerak, bahkan sekedar mengangkat selembar kertas. Namun, dengan motivasi, seseorang mampu memindah gunung, menembus langit, membelah bumi dan mengubah arah peradaban manusia. Tingkat keberhasilan dalam mencapai semua itu berbanding lurus dengan kualitas serta kuantitas motivasi dalam ruang kepribadiannya.
Membangun, memelihara serta menumbuhkembangkan motivasi merupakan keterampilan jiwa sang juara sejati. Ia memahami betul kondisi motivasi dan reaksi-reaksi kejiwaan yang berkaitan dengannya. Keterampilan jiwa inilah yang menjadikannya tidak hanya layak dianugerahi keajaiban, tapi juga mampu menciptakan keajaiban demi keajaiban dalam kehidupannya.
Jika Anda telah memahami urgensi motivasi dan siap menumbuhkembangkannya, berarti Anda telah memutuskan untuk menjadi seorang juara sejati pencipta keajaiban.
Selamat bergabung dengan kafilah para juara sejati!
By: Indra Kusumah, S.Psi., M.Si., CHt.
Direktur TRUSTCO Bandung
Apa rahasia utama yang membantu Sang Juara dalam mencapai keberhasilan, mengatasi masalah, mencapai sasaran-sasaran dan mencipta keajaiban?. “Motivasi adalah kunci untuk mendapatkan kehidupan yang berhasil!”, Demikian kata George Shinn yang juga telah membuktikan kata-katanya dengan menjadi orang termuda (dalam usia tiga puluh empat tahun) memenangkan penghargaan Horatio Alger yang sangat didambakan banyak orang. Kini ia seorang milyarder atas usaha sendiri dan memiliki sekitar tiga puluh perusahaan diberbagai bidang usaha.
Reza “Supertrainer” Syarief menyatakan, “Motivasi memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya ditentukan oleh motivasi!”. Tak sekedar kata, diapun telah membuktikannya dengan berbagai kesuksesan menjadi seorang pilot, sales manager kelas dunia, trainer ulung, da’i kharismatik dan sebagainya.
Perhatikan dan dekatilah para juara sejati yang sukses di sekeliling Anda! Niscaya Anda merasakan aura motivasi yang besar, kemauan yang menggelora dan semangat yang senantiasa bertalu-talu dalam dada mereka. Semua itu menjadikan Sang Juara memiliki daya tahan mengagumkan untuk senantiasa konsisten, persisten dan resisten dalam perjuangan di tengah tekanan, ancaman, tribulasi serta kondisi kritis sekalipun.
Motivasi menjadi energi pendorong yang mengarahkan tingkah laku seseorang. Tanpa motivasi, seseorang tak kan mampu bergerak, bahkan sekedar mengangkat selembar kertas. Namun, dengan motivasi, seseorang mampu memindah gunung, menembus langit, membelah bumi dan mengubah arah peradaban manusia. Tingkat keberhasilan dalam mencapai semua itu berbanding lurus dengan kualitas serta kuantitas motivasi dalam ruang kepribadiannya.
Membangun, memelihara serta menumbuhkembangkan motivasi merupakan keterampilan jiwa sang juara sejati. Ia memahami betul kondisi motivasi dan reaksi-reaksi kejiwaan yang berkaitan dengannya. Keterampilan jiwa inilah yang menjadikannya tidak hanya layak dianugerahi keajaiban, tapi juga mampu menciptakan keajaiban demi keajaiban dalam kehidupannya.
Jika Anda telah memahami urgensi motivasi dan siap menumbuhkembangkannya, berarti Anda telah memutuskan untuk menjadi seorang juara sejati pencipta keajaiban.
Selamat bergabung dengan kafilah para juara sejati!
By: Indra Kusumah, S.Psi., M.Si., CHt.
Direktur TRUSTCO Bandung
Kopi Asin
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si Gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si Gadis. Sedangkan si Pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si Gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si Gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si Pria itu, si Gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si Pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si Gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".
Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si Gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?", si Pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si Pria mulai berkaca-kaca, dan si Gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si Gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si Gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si Gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul seseorang yang sangat baik. Si Gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si Gadis menikah dengan si Pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si Pria, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si Pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "
Kadang Anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.
Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan anda, kalau Anda tengah mulai punya pasangan terimalah kekurangan-kekurangan pasangan Anda dengan bijaksana.
Source: Pusat Motivasi Indonesia
Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si Gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?", si Pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si Pria mulai berkaca-kaca, dan si Gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si Gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si Gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si Gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul seseorang yang sangat baik. Si Gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si Gadis menikah dengan si Pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si Pria, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si Pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "
Kadang Anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.
Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan anda, kalau Anda tengah mulai punya pasangan terimalah kekurangan-kekurangan pasangan Anda dengan bijaksana.
Source: Pusat Motivasi Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)